BELAJAR MEMAHAMI 24 WAJAH BILLY
Judul buku : 24 Wajah Billy
Penulis : Daniel Keyes
Penerbit : Qanita
Cetakan : 1, Juli 2005
Tebal : 699 halaman
“Peluk anak Anda hari ini. Pelukan tidak menyakitkan. Tolong bantu hentikan penyiksaan anak-Billy ”
Begitulah
bunyi dari stiker bumper warna hitam dengan warna dasar kuning, yang
dicetak oleh Billy Milligan. Stiker itu dicetaknya setelah Billy
menyumbang US$ 1000 untuk Foundation Against Child Abuse.
Siapakah Billy Milligan?
William
Stanley Milligan lahir pada Februari 1955. Putra pasangan Johny
Morrison dan Dorothy Sands ini mendadak terkenal pada akhir 1970an. Ini
karena, Billy didakwa melakukan sejumlah tindak pidana berat, mulai
dari perampokan bersenjata, dan serangkaian pemerkosaan di kampus Ohio
State University.
Namun dalam proses persiapan pembelaannya, para
pengacara Billy menemukan bahwa ternyata Billy memiliki kepribadian
majemuk. Total ada 24 kepribadian dengan beragam latar belakang, hidup
dalam diri Billy.
Ada Arthur (22), pria Inggris berkacamata yang
rasional dan tanpa emosi. Arthurlah yang pertama kali menyadari
keberadaan sosok-sosok lainnya. Arthur pula yang berkuasa di tempat
aman, serta memutuskan siapa saja anggota “keluarga” yang akan muncul
dan menguasai kesadaran.
Kemudian ada Ragen Vadascovinich (23) yang
mengelola rasa benci. Nama “Ragen” sendiri berasal dari kata “rage
again”. Ragen yang berkebangsaan Yugoslavia ini bertugas untuk
melindungi keluarga dan mendominasi kesadaran saat sedang berada di
tempat-tempat berbahaya.
Ada pula Allen (18) yang merupakan orang
kepercayaan. Dengan keahliannya memanipulasi orang dengan bersilat
lidah, maka Allenlah yang paling sering berhadapan dengan dunia luar.
Misalnya saat wawancara kerja, atau wawancara dalam proses penulisan
novel ini.
Lalu Tommy (16), si escape artist yang ahli melepaskan
diri dari beragam kunci dan simpul ikatan. Saat sedang ditahan di
penjara, Tommylah yang melepaskan diri dari borgol pengikatnya dan
membuat bingung para penjaga dan teman sekamarnya.
Lalu ada pula
David (8), si empati yang bertugas menyerap semua rasa sakit dan derita
tokoh lainnya. Tak heran, bila si kecil ini jadi amat peka dan penuh
intuisi. Saat ada pasien rumah sakit jiwa yang menghilang, Davidlah
yang bisa menemukannya.
Daftar kepribadian ini masih akan bertambah
panjang. Ada Danny (14), anak yang selalu ketakutan, terutama pada kaum
lelaki. Ada Phillip (20), penjahat brutal dari New York. Ada Samuel
(18), pengembara Yahudi yang juga satu-satunya kepribadian yang percaya
pada Tuhan. Ada Shawn (4), tuna rungu yang suka mengeluarkan bunyi
mendengung untuk merasakan getaran dalam kepalanya. Ada Kevin (20),
penjahat kelas teri yang menyusun rencana perampokan Toko Obat Gray.
Ada
Walter (22), si penentu letak yang pandai berburu. Ada Mark (16), si
kuda pekerja yang kerap melakukan tugas berat yang monoton. Karena itu,
jika tak ada pekerjaan, Mark yang dijuluki “si zombie” ini kerap duduk
sambil menatap dinding. Ada Steve (21), si peniru gelagat orang yang
juga satu-satunya tokoh yang menolak diagnosis kepribadian majemuk.
Ada
Lee (20), pelawak yang akhirnya dikucilkan karena sering membuat onar.
Ada Jason (13), si penyalur katup tekanan, yang membawa pergi berbagai
kenangan buruk, sehingga tokoh lain bisa melupakannya. Ada Robert/Bobby
(17), si pemimpi yang terus berkhayal tentang bepergian dan bertualang.
Ada Martin (19), pemuda snob dari New York yang manja dan suka pamer.
Ada Timothy/Timmy (15) yang bekerja di toko bunga.
Dalam daftar
panjang “keluarga” Billy ini, masih ada tiga sosok perempuan. Mereka
adalah Adalana (19), wanita lesbian yang pemalu dan kesepian. Kemudian,
April (19), perempuan berlogat Boston yang ingin membalas dendam secara
keji pada ayah tiri Billy. Dan, Christene (3), gadis kecil dari Inggris
yang disleksia. Anak kesayangan Ragen ini satu-satunya yang bisa
meredam emosi Ragen yang sedang mengamuk.
Terakhir, adalah Sang
Guru (26), yang merupakan wujud dari ke-23 alter ego lain yang terfusi.
Dialah yang mengajari sosok-sosok pribadi lainnya semua keterampilan
yang mereka kuasai, dan karenanya, memiliki ingatan yang nyaris utuh.
Kerja sama dari Sang Gurulah yang memungkinkannya Daniel Keyes menulis
novel ini.
Secara umum, novel setebal 699 halaman ini terbagi atas
dua bagian. Bagian pertama (Masa Galau) merupakan kronologis kasus
Billy dan terungkapnya berbagai kepribadian yang hidup dalam diri
Billy. Sementara bagian kedua (Menjadi Sang Guru) merupakan penjelasan
mengenai terciptanya berbagai kepribadian tadi.
Misalnya, Christene
tercipta saat Billy berumur 4 tahun dan ingin bermain bersama adik
perempuannya, Kathy. Allen tercipta saat ia mencoba mendebat sekelompok
anak berandal yang hendak melempar Billy ke dalam lubang untuk pondasi
bangunan. Shawn tercipta saat Billy yang berumur hampir 5 tahun
memecahkan toples kue. Karena tidak ingin mendengar omelan Dorothy,
terciptalah Shawn yang tuna rungu.
Sementara kepribadian lainnya
tercipta sejak Dorothy menikah lagi dengan seorang pemabuk yang
temperamental, Chalmer Milligan. Bersama Chalmer, Billy dan Kathy,
serta kakak mereka, Jimbo, merasa sangat tertekan. Disiplin yang
diterapkan Chalmer terlalu ketat. Saat di meja makan tidak boleh
bicara. Tidak boleh tertawa. Garam harus diedarkan searah jarum jam.
Saat ada tamu, anak-anak harus duduk tegak, telapak kaki rapat ke
lantai, dan kedua tangan pada lutut.
Saat Billy berumur 9 tahun,
Chalmer membawanya ke pertanian dan melakukan penganiayaan seksual.
Selama setahun, sodomi ini terjadi pada Billy dengan Chalmer yang
mengancamnya akan menguburnya di lumbung dan bilang pada Dorothy bahwa
Billy telah kabur. Chalmer juga pernah mengubur Billy, dan meninggalkan
sebatang pipa diatas wajahnya untuk udara, lalu kencing melalui pipa ke
wajah Billy. Saat itulah, pikiran, emosi, dan jiwa Billy terpecah
menjadi 24 keping.
Dalam perkembangannya, ke-23 alter ego inipun
mulai saling mengenal. Layaknya sebuah “keluarga”, mereka pun saling
menjaga, dan menghabiskan waktu bersama-sama. Misalnya, Ragen dan
Arthur kerap main catur bersama. Hanya Billy lah satu-satunya
kepribadian yang tidak menyadari eksistensi mereka.
Bagi Billy
sendiri, tumbuh dewasa merupakan perjuangan habis-habisan dalam hal
mengarang aneka cerita, membelokkan kebenaran, memanipulasi berbagai
alasan, agar tidak usah mengakui bahwa hampir sepanjang hari ia tidak
tahu apa saja yang dialaminya hari ini.
Ketika akhirnya mengerti
bahwa dirinya berbeda dengan orang lain, bahwa tidak setiap orang
mengalami kehilangan waktu, maka Billy pun mulai berasumsi bahwa
dirinya tidak waras. Dan dia merahasiakannya.
Bagaimanapun, rahasia
ini akhirnya terbongkar juga saat Billy menjalani proses pengadilan
atas tuduhan pemerkosaan terhadap sejumlah wanita. Setelah nyaris satu
dekade berpindah-pindah ke sejumlah rumah sakit jiwa, dan mendapatkan
perawatan dari berbagai dokter, akhirnya Billy pun dibebaskan pada
tahun 1988.
Kini, Billy tinggal di California, dan memiliki Stormy
Life Productions. Dengan disutradarai Joel Schumacher, Billy pun
membuat film kisah dirinya berjudul “The Crowded Room”.
Tentu
saja, masih banyak masalah dihadapi oleh Billy yang masih
berkepribadian majemuk ini. Karena itu, ada baiknya bila kita menyimak
editorial dari The Post, April 1982. “Kami tidak meminta Anda untuk
menyambut Billy dengan tangan terbuka. Tapi kami meminta Anda untuk
memahami. Itulah yang setidaknya berhak dia terima.”
***