ke rumah sakit

Saya paling sebal kalau pergi ke rumah sakit. Selain karena, tempat itu punya potensi besar untuk membuat depresi, saat kesana saya juga sering, no, hampir selalu melakukan hal-hal konyol. Mulai dari merusakkan tiang infus (yang sukses dipelototin suster Bunda selama sekitar seminggu), tanpa sengaja mengintip dokter UGD di toilet (”Tapi pintunya emang nggak dikunci! Salah tuh dokter dong!” (mulai defensif)), ataupun mengadakan diskusi tolol dengan Citra.
Citra: “Gimana ya supaya infus cepet abis?”
Saya (sambil makan beng-beng): “Oh gua tahu Cit. Gimana kalo diminum AJA?” (well, ya, kan biar cepet..)
Citra: (melotot sebal)
Saya: “Atau kalo lo nggak mau minum, kebetulan gua lagi seret nih abis makan beng-beng” (still, nggak ngeh).



Leave a Comment