nonton pocong
Semalam saya baru mimpi buruk. Jadi, dalam mimpi itu, saya tersasar dalam sebuah hutan lebat yang gelap. Setelah lelah mencari jalan keluar, tibalah saya di sebuah sungai berair jernih. Ternyata, saya tak sendirian. Di sungai itu, ada puluhan pocong sedang lomba renang. Karena takut, saya sontak langsung bersembunyi di balik sebuah batu besar. Dari sanalah saya menonton kain-kain kafan putih mereka basah terendam air, sambil sesekali terdengar pekik riang.
Pagi ini, Citra dan Bang Ade mengajak saya untuk menonton Pocong 2. Merasa keberatan, saya pun menceritakan mimpi saya semalam, dengan harapan meraih simpati (yang mana seharusnya saya sadar dari awal, bahwa mimpi bodoh begitu mana bisa meraih simpati ya??). Dan benar saja dugaan saya.
Citra (ngakak-ngakak):”YA OLLOOOOO…NOOO, udah pocong, lomba renang pula, kurang manusiawi apaaaa cobaaa??? Dasar dodoooll” (See?? I knew it! Dasar nggak sensitif)
Saya: “Tapi kan kebayang-bayang Cit. Mana kalo di bioskop kan layarnya gede banget, pake soundsystem pula, tambah serem kan?” (mencoba mencari pembenaran, karena saya memang takut nonton film horor)
Dan Citra masih ngakak-ngakak dengan nggak sensitifnya.
Cuma Bang Ade yang memberi komentar cukup menenangkan. “Jangan kuatir Ret, para pembuat film Pocong tidak akan membiarkan para penontonnya lupa bahwa ini betul2 cuma film,” hiburnya.
Yang kemudian dirusak dengan suksesnya oleh Citra. “Iya No, film2 kaya gitu tuh khusus dibuat untuk penonton kaya lo”
Ealaaahh.
Hosh.