rencana paling sempurna
Sejak kecil, saya hobi sekali membaca serial Donal Bebek dan Lucky Luke. Kalau di serial Donal Bebek karakter favorit saya adalah Gober Bebek dan Gerombolan Si Berat, maka karakter penjahat favorit saya di serial Lucky Luke adalah Dalton Bersaudara. Saya bisa terpingkal-pingkal menyaksikan kedodolan mereka saat berniat melakukan kejahatan, dan lagi-lagi selalu gagal. Kocak.
Belajar dari sana, saya (tentu saja, cuma saya yang belajar trik dan tips melakukan kejahatan dari serial Lucky Luke dan Donal Bebek. Ardian tidak, fyi) dan Ardian pun memutuskan untuk menyusun rencana paling sempurna untuk merampok Citra. Well, karena niat untuk berbuat jahat kerap disembunyikan, maka kami menyusun rencana brilyan, untuk membicarakannya secara terang-terangan. Seperti adegan berikut.
Saya: “Gitu Ar, kalo orang lain kan mau ngerampok nggak bilang-bilang. Kita mah, berhubung jenius, nggak takut untuk ngomongin sama Citra, jadi Citra nggak bakal curiga. Ya nggak, Cit?”
Citra: (menghela napas)
Ardian: (dengan semangat mengangguk setuju) “Pokoknya, nanti kita janjian di dekat perbatasan Meksiko.”
Saya: “Ok, di warung tegalnya ya! Sip deh.”
Citra: (mulai kesal) “Bo, pertama ya, Indonesia itu nggak berbatasan sama Meksiko. Dan gua agak ragu di Meksiko ada warung tegal.”
Saya: “Kata siapa kita mau ke sana? Kalo kita ngomong kita mau kemana, ntar kan ketahuan ma lo (LHA DARI TADI BILANG MAU NGERAMPOK APA NGGAK KETAHUAN YA???). Berhubung kita pinter, kita ngomongnya pake kode dong. Kaya kode “Undur-undur berjalan menyamping,” untuk kode bahaya. Gituh Cit.”
Ardian: “Gila deh, ini rencana paling sempurna yang pernah gua bikin, partner. Kita emang pinter ya??”
Citra: “Hosh”