lukisan-lukisan saya kelak

        Pada masanya nanti, lukisan-lukisan saya akan penuh dengan warna pastel. Langit akan berwarna biru yang damai, dan bukannya abu-abu mendung yang muram. Matahari juga akan berwarna kuning cerah yang hangat, dan bukannya berwarna merah pekat, bercampur dengan warna darah dari tabung gelas yang pecah.
        Hutan tak lagi berwarna ungu biru yang dingin, melainkan berwarna hijau pastel, dan para burung dengan ekor warna-warni akan riuh beterbangan. Lautan akan berwarna biru kehijauan transparan, dengan pemandangan taman laut yang memukau. Dan bukannya lautan lengang tanpa satupun juga riak gelombang.
        Pada masanya nanti, lukisan-lukisan saya akan punya banyak pintu yang terbuka. Dimana tidak akan pernah ada lagi satupun juga kunci pintu yang hilang. Dan akan selalu ada alternative jalan keluar dari lukisan labirin, tanpa satupun juga jebakan mematikan.
        Pada masanya nanti, lukisan-lukisan saya akan penuh dengan pengharapan. Dimana tak akan ada jurang tanpa dasar yang menyesakkan. Juga tak akan ada lagi lukisan para siswa dan siswi yang dihukum di depan kelas dengan wajah setengah menangis dan tangan dipenuhi gores kemerahan bekas sabetan.
        Kursi kosong dan tiang gantungan tak lagi menjadi sebuah penantian berkepanjangan. Jantung hati tak lagi menjadi menu utama makan malam. Hari yang cerah dan berangin akan berhiaskan pelangi cantik dengan 7 warna, dan bukannya dengan satu nisan berukirkan nama saya diatasnya.
        Mimpi-mimpi buruk menjadi kanibal tak lagi membuat terjaga di tengah malam dengan napas tersengal. Dan kado-kado yang terbungkus cantik dalam kain sutra berhiaskan pita satin akan sungguhan berisikan Kedamaian, Kebahagiaan, Pemberian Maaf, Keikhlasan, Cinta dan Kasih Sayang. Dan bukannya kado-kado tipuan yang berisi 7 dosa mematikan.
        Pada masanya nanti, lukisan-lukisan saya akan diwarnai wajah-wajah yang tersenyum. Para wanita akan membuka topeng “Smiley” dan kacamata hitam mereka, memperlihatkan sepasang mata indah yang utuh dan sehat. Mata yang sungguhan tersenyum dari hati, dan bukannya mengucurkan air mata darah tanpa henti.
                                                                *****
        Dan pada masanya nanti, saya akan membungkus semua lukisan baru ini dengan hati-hati. Untuk kemudian mengangkutnya ke rumah baru saya. Dengan kepala dipenuhi imaji, betapa cantiknya lukisan-lukisan ini semua kala menghiasi ruang tamu, ruang tengah, kamar mandi, dan kamar tidur saya.
        Kelak.

       



Leave a Comment