master of the game
Setiap hari Susie Q bertaruh dengan nyawanya untuk mati.
Kalau kereta terlambat 5 menit, maka ia akan melompat ke rel seberang, tepat saat kereta lain melintas. Kalau bis yang ditumpanginya membuatnya berdiri saking penuh sesaknya, maka ia akan melompat ke jalan saat bis tengah melaju kencang. Kalau sms yang akan diterimanya dalam 5 menit ke depan adalah dari seorang dengan abjad A di namanya, maka ia akan mengiris nadinya. Kalau merk pasta yang ada adalah merk P dan bukannya G seperti yang diharapkannya, maka ia akan mengiris nadinya. Kalau saat koin itu dibalik yang keluar adalah kepala, maka ia akan mengiris nadinya. Kalau telpon itu berhenti berdering pada bunyi deringan ke tiga, maka ia akan menembak kepalanya.
Kalau tim sepakbola M kalah, maka ia akan menembak kepalanya. Kalau angka yang keluar adalah 19, maka ia akan menembak kepalanya. Kalau taksi yang ditelponnya tak kunjung datang, maka ia akan menembak kepalanya. Kalau resepsionis yang menyambutnya adalah seorang pria, dan bukannya wanita, maka ia akan menembak kepalanya. Kalau suara yang datang berikutnya di dalam rimba kepalanya adalah si pria gema, dan bukannya si janda tua, maka ia akan menembak kepalanya.
Dan kalau suatu hari nanti Susie Q terbangun dalam satu dunia tanpa suara, maka ia bertaruh akan menembak kepalanya. Karena saat itulah, Susie Q tersadar bahwa untuk pertama kalinya, ia keluar sebagai pemenang dalam permainan judi rekaannya.
Game over.