trisik

            Saya jatuh cinta
pada samudera dan angkasa.

         Yang hanya dibatasi
oleh satu garis tipis yang rapuh. Dengan dibuai mimpi bisa menyelam dan terbang
secara bersamaan. Dikitari ribuan ombak serupa kuda laut yang riuh berkejaran.

           Konon,
merekalah para jelmaan roh penyesalan. Yang terlanjur meninggalkan kehidupan,
dengan banyak hal tak tertuntaskan. Yang kini membuat mereka gigih menjangkau
pantai. Demi kembali mencecap secuil Hidup.

        Baru
saja terpikirkan, bahwa mungkin, mestinya mereka putar balik saja. Berusaha
mengejar angkasa, untuk kemudian menjelma sebagai malaikat. Makhluk tercantik
di dunia, yang sama dengan caramu tercipta.

Saya
jatuh cinta pada samudera dan angkasa.

Yang
di dasarnya menyimpan sebelas macam aneka warna. Kilau tujuh warna biru, tiga
warna hijau, dan satu warna emas. Yang kini dirembesi tetes air mata  duka awan yang pencemas.

Sementara
di tepian saya menonton. Sepoi-sepoi tiupan angin berbisik merayu saya untuk
terjun. Tenggelam dan melayang. Melebur. Berdebur. Hancur. Biar laut menelan
raga, dan jiwa saya moksa.
            

Selamat datang
di Surga.



Leave a Comment