rambut baru putri philomela

RAMBUT BARU PUTRI PHILOMELA

Oleh: Retnadi Nur’aini

 

Sejak rambut panjangnya dinaiki kucing-kucing
yang ingin naik ke menara, Putri Philomela jadi sering uring-uringan. Rambut
panjangnya kini jadi kusam, kering, dan rontok. Maka pada suatu siang, mengadulah
Putri Philomela pada burung pelatuk.

“Burung Pelatuk, aku benci rambutku,”

“Tuk, tuk, tuk, kenapa Putri Philomela? Rasanya
tak ada yang salah dengan rambutmu,”

“Ah, kamu cuma menghiburku. Lihat, nih, ujung
rambutku bercabang, banyak yang patah, kering. Tuh, banyak yang rontok di bawah
pohon kamu,” tunjuk Putri Philomela ke bawah pohon tempat sarang Burung Pelatuk
berada.

“Tuk, tuk, tuk, iya juga sih. Apa kamu sudah
pakai ramuan khusus rambut rontok?” tanya burung pelatuk.

“Sudah, tapi tidak berpengaruh. Tetap saja rambutku
rontok. Apa sebaiknya kupotong rambutku saja?”

“Tuk, tuk, tuk, jangan Putri Philomela!
Rambutmu,

kan

,
bagus!” sergah Burung Pelatuk.

“Pokoknya aku mau potong rambut!” Putri
Philomela bersikeras.

 ****

Putri Philomela pun pergi ke rumah Bu
Beruang. Bu Beruang terkenal pandai memotong rambut.

“Bu Beruang, aku mau potong rambut.”

Tanpa banyak tanya, Bu Beruang memotong
rambut

Kres, kres, kres, dipotonglah rambut Putri
Philomela.

Karena mengantuk, Putri Philomela menguap.
Kelopak matanya terasa makin berat, dan berat, dan…terlelaplah Putri Philomela.
Sementara Bu Beruang melanjutkan mengguntingi rambut Putri Philomela.

Tiba-tiba..”Klining, klining!” lonceng di
depan rumah Bu Beruang berbunyi.

“Ah itu pasti tukang ikan! Semoga dia punya
ikan tuna hari ini!” ujar Bu Beruang, lalu meninggalkan Putri Philomela yang
tengah terlelap di kursi salon.

Sementara Bu Beruang pergi membeli ikan, Puro
anak Bu Beruang masuk ke dalam rumah. Dilihatnya Putri Philomela yang terlelap.
Puro kagum pada rambut panjang Putri Philomela. Dia jadi ingin bermain-main
dengan rambut Putri Philomela. Diambilnya gunting, dan oh…oh…”kres,kres”,
mulai diguntinginya rambut Putri Philomela. “Kres di sini, kres di

sana

, kres kres semua!”
nyanyi Puro riang. Sementara Putri Philomela masih tidur lelap.

“YA AMPUUUN, PUROOO!!!” teriak Bu Beruang.
Seketika, Putri Philomela terbangun. Dia menatap bayangannya dengan rambut tak
keruan di depan cermin.

“YA AMPUUUN, RAMBUTKUU!” teriak Putri
Philomela panik.

Bu Beruang mulai menenangkan Putri Philomela.
“Tidak apa-apa Putri Philomela. Aku masih bisa memperbaikinya. Tapi, memang
rambutmu akan jadi pendek sekali nantinya.”

“Huhuhu..nanti kucing-kucing tidak mau
bermain lagi denganku jika rambutku pendek, huhuhu…” isak Putri Philomela. Mata
dan hidungnya berair.

Bu Beruang menegur Puro, dan menasehatinya. “Puro,
kali lain, pergunakan gunting dengan hati-hati, ya.”

“Baik Bu. Maafkan Puro.” ucap Puro pelan.

Putri Philomela masih tersedu-sedu. Di dalam
salon, Putri Philomela masih tersedu-sedu. Pelan-pelan, Puro mendekatinya
membawa sehelai sapu tangan.

“Putri Philomela, maafkan Puro, ya. Aku tadi
sudah jahil memotong rambutmu. Tapi ibuku bilang, masih diperbaiki. Jangan
sedih…” ujar Puro.

Sementara itu, di belakang Puro, Bu Beruang
telah siap dengan gunting rambutnya.

 *****

Setengah jam kemudian, rampunglah pekerjaan
Bu Beruang.

Lihat ada banyak sekali rambut Putri
Philomela yang dipotong! Rambut Putri Philomela memang jadi pendek sekali.
Rambut Putri Philomela yang tadinya sepanjang mata kaki, kini tinggal sebatas leher.

“Wah, kamu tampak lebih segar dengan rambut
pendek lho!” ujar Bu Beruang.

Di perjalanan pulang, Putri Philomela bertemu
dengan Burung Pelatuk.

“Tuk, tuk, tuk. Putri Philomela??? Wahh, model
rambutmu baru! Aku hampir-hampir tak mengenalimu!”

Lalu Putri Philomela mulai bercerita tentang
kejadian di rumah Bu Beruang tadi.

“Huhuhu…rambutku jadi pendek sekali,” Putri
Philomela kembali berisak.

“Tuk, tuk, tuk, Putri Philomela Sayang, kucing-kucing
suka bermain denganmu bukan karena rambutmu. Tapi, karena hatimu. Rambut pendek
atau rambut panjang, kamu tetap gadis yang berhati cantik,” ujar Burung Pelatuk
panjang lebar.

“Sungguh, Burung Pelatuk?”

“Tuk, tuk, tuk. Sungguh Putri Philomela. Kamu
putri tercantik yang pernah kukenal!!!”

  *****

 



Leave a Comment